Pekanbaru, Kabarkuansing.com,- Persepsi masyarakat terhadap pemberitaan media dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan yang dimiliki terhadap media tersebut. Jika masyarakat percaya bahwa media memberikan informasi yang akurat dan berimbang, mereka cenderung akan menerima pemberitaan tersebut dengan lebih baik. Sebaliknya, jika terdapat kecurigaan terhadap motif dan keandalan media, persepsi masyarakat terhadap pemberitaan akan terpengaruh secara negatif.

Dalam masa krisis kesehatan, peran media massa sebagai penyampai informasi kepada masyarakat menjadi sangat penting. Masyarakat bergantung pada pemberitaan media untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya terkait perkembangan krisis kesehatan yang sedang terjadi. Namun, persepsi masyarakat terhadap pemberitaan media dalam situasi seperti ini dapat bervariasi. Artikel ini akan menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap pemberitaan media dalam masa krisis kesehatan.

Kepercayaan Terhadap Media:

Persepsi masyarakat terhadap pemberitaan media dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan yang dimiliki terhadap media tersebut. Jika masyarakat percaya bahwa media memberikan informasi yang akurat dan berimbang, mereka cenderung akan menerima pemberitaan tersebut dengan lebih baik. Sebaliknya, jika terdapat kecurigaan terhadap motif dan keandalan media, persepsi masyarakat terhadap pemberitaan akan terpengaruh secara negatif.

Sensasionalisme dan Ketidakseimbangan Berita:

Dalam upaya untuk menarik perhatian masyarakat, media massa kadang-kadang cenderung menggunakan sensasionalisme dalam pemberitaan krisis kesehatan. Hal ini dapat memicu kepanikan dan ketakutan di kalangan masyarakat. Selain itu, ketidakseimbangan dalam pemberitaan, seperti penekanan terlalu banyak pada aspek negatif atau hanya memberikan sudut pandang tertentu, juga dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap pemberitaan.

Informasi yang Tidak Konsisten:

Dalam masa krisis kesehatan, informasi terkini sering kali berubah dengan cepat. Media massa yang memberikan informasi yang tidak konsisten atau saling bertentangan dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat. Masyarakat mungkin akan merasa kesulitan untuk membedakan antara informasi yang sahih dan yang tidak, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi persepsi mereka terhadap pemberitaan media.

Kesadaran akan Bias dan Agenda:

Masyarakat juga semakin menyadari adanya bias dalam pemberitaan media. Mereka menyadari bahwa media massa dapat memiliki agenda tertentu atau kepentingan komersial dalam melaporkan krisis kesehatan. Kesadaran ini dapat mempengaruhi cara masyarakat menafsirkan dan menerima informasi yang disampaikan oleh media massa.

Peran Media Sosial:

Dalam era digital, media sosial juga memainkan peran penting dalam penyebaran informasi krisis kesehatan. Persepsi masyarakat terhadap pemberitaan media dapat dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat dan baca di platform media sosial. Media sosial juga dapat menjadi sumber informasi yang tidak diverifikasi dengan baik, yang dapat membingungkan dan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap pemberitaan media tradisional.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pemberitaan media dalam masa krisis kesehatan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kepercayaan terhadap media, sensasionalisme dan ketidakseimbangan berita, informasi yang tidak konsisten, kesadaran akan bias dan agenda, serta pengaruh media sosial. Penting bagi media massa untuk memberikan informasi yang akurat, seimbang, dan terpercaya dalam mengatasi krisis kesehatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang baik dan mengambil tindakan yang tepat. Di sisi lain, masyarakat juga harus melatih kritisisme dan kecerdasan media dalam menafsirkan dan menilai pemberitaan yang mereka terima.

Penulis: Anisa Trisari, Suci Aristi Adly, Meilina Putri (HIMAKOM)
Lebih baru Lebih lama