Singingi Hilir, Kabarkuansing.com,- (08/07/2023). Pagi itu mengiringi langkah kaki Latif bersama dengan sepuluh anggotanya menuju ke pemukiman masyarakat. Disana ia mengarahkan anggotanya untuk melaksanakan tugas magang pertama. Menggunakan Alat Pelingdung Diri (APD) berupa sepatu dan helm, Latif bersama dengan anggota magang yang lain menunaikan tugas mereka di PT Surya Agrolika Reksa (PT SAR).
Muhamad Latif Nasihat menyampaikan jika Latif dan anggotanya berasal dari universitas negeri di Provinsi Riau dan saat ini sedang melakukan praktik magang di PT SAR sebagai bagian dari pembelajaran di Jurusan Agroteknologi.
Latif bersama dengan sepuluh anggotanya memilih PT SAR sebagai tempat magang dengan alasan bahwa perusahaan tersebut memiliki bidang yang selaras dengan ilmu yang ingin mereka pelajari secara langsung di lapangan.
PT SAR merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang mengelola minyak mentah untuk didistribusikan pada jaringan perusahaan terkait. Maka, sebagai produsen minyak mentah, PT SAR memiliki perkebunan kelapa sawit yang tersebar di Kabupaten Kuantan Singingi.
Perusahaan ini terletak di Desa Beringin jaya dan memiliki pemukiman khusus karyawan bersamaan dengan fasilitas umum lainnya untuk mendukung kesejahteraan karyawan dan keluarga yang tinggal di pemukiman tersebut.
Lintasan pemukiman PT SAR pada pagi hari akan ramai dilewati masyarakat. Sebagian sudah menyanggul galah sebagai alat dari tukang panen kelapa sawit dengan ukuran yang disesuaikan dengan tinggi pohon. Mereka menggunakan helm pekerja dengan corak khas berwarna kuning polos yang menandakan posisi dari setiap pekerja.
Adapun yang menggunakan pakaian rapi lengkap dengan sepatu boot dan helm polos berwarna putih. Helm dan sepatu yang dikenakan pekerja disana termasuk bagian dari safety induction atau alat keamanan yang diterapkan perusahaan untuk melindungi para pekerja dari kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Demikian hal ini juga dipatuhi oleh mahasiswa magang agroteknologi dengan komposisi tujuh perempuan dengan empat laki-laki yang terdiri dari Latif sebagai ketua dengan 10 anggotanya yakni Arya, Adina, Syukri, Azizah, Nabila, Robin, Dwi Arini, Luthfi, Lupi, Angel, dan Ayu.
Safety induction diterapkan selama kegiatan magang berlangsung. Selain itu, Latif turut menjelaskan bahwa kegiatan mereka diawali dengan apel pagi sebagai bagian dari koordinasi kerja.
Magang di PT SAR ini juga membantu Latif bersama rekannya untuk terjun secara langsung di dunia profesional. Seperti apa yang diungkapkan Latif pada saat ditemui di kegiatan gotong royong bersama di aula Masjid PT SAR, “Melalui magang ini kami ingin mempelajari lebih lanjut bagaimana proses dari penanaman hingga perawatan dilakukan. Karena pastinya akan ada ilmu baru yang tentunya lebih mendalam apabila kita terjun secara langsung ke lapangan.”
Latif melanjutkan apabila proses mendapatkan ilmu lapangan akan berbeda dengan sistem di perkuliahan. Selama ini jangkauan praktik terbatas pada tanaman-tanaman tertentu. Sehingga, kegiatan magang ini akan menjadi pengalaman yang dapat dimanfaatkan mereka untuk mempelajari tanaman baru dengan jangkauan produksi yang lebih luas.
Demikian PT. SAR memberikan kesempatan pada mahasiswa magang untuk mempelajari pola kerja hingga proses produksi pengolahan yang pada akhirnya dapat memberikan kajian baru serta pengalaman berharga yang dapat dijadikan pembelajaran di masa mendatang.