(Ket Foto: Puluhan rakit PETI porak-porandakan pulau Pramuka)

Kuansing--Sebagian besar masyarakat Desa Tanjung Pauh Mendukung penuh langkah Aktivis Lingkungan  Tio Afrianda dan kawan-kawan melayangkan surat ke Polda Riau terkait Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Dipulau Pramuka

Hal tersebut di sampaikan oleh perwakilan Tokoh Masyarakat yang namanya minta tidak dipublikasikan karena mengingat dan menimbang akan terjadi konflik antar sesama warga yang pro dan kontra

"Pulau Pramuka merupakan pulau yang penuh dengan sejarah, pasir yang putih batu-batu yang bersih saat zaman kami kecil-kecil dulu kini hanya tinggal kenangan" Terangnya saat di konfirmasi awak Media Kabarkuansing.com melalui WhatsApp Minggu 23 Juli 2023

Ia mengatakan kalau Pulau itu dulunya sering di pakai sebagai tempat camping anak-anak Pramuka dulu nya, oleh karena itu di namakan Pulau Pramuka

"Dulu sering di gunakan anak-anak Pramuka sebagai tempat camping, makanya diberikan nama Pulau Pramuka" ungkapnya

Sebagian besar masyarakat Tanjung Pauh sangat prihatin dengan keberadaan Pulau tersebut saat ini, Pulau yang dulunya jadi kebanggaan masyarakat Tanjung Pauh kini porak-poranda akibat tangan-tangan jahil sekelompok orang yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi nya saja tanpa memikirkan dampak dan akibat

"Tidak semua masyarakat yang memiliki Rakit PETI di Pulau Pramuka itu, hanya sekelompok orang saja yang tidak memikirkan dampak dan akibat dari Aktivitas Ilegal tersebut" tambahnya

Saat di mintai tanggapan terkait Aktivis Lingkungan yang akan melaporkan Aktivitas tersebut ke Polda Riau masyarakat memberikan dukungan penuh agar langkah yang di ambil rekan-rekan aktivis lingkungan di permudah dan sesuai dengan harapan

"Kami sangat setuju, agar tidak ada lagi aktivitas PETI di pulau Pramuka ini, semoga di permudah semua urusannya rekan-rekan dan tercapai semua yang menjadi harapan masyarakat Desa Tanjung Pauh"Tutupnya

Disamping itu para pelaku pemilik PETI yang beroperasi dipulau Pramuka masih enggan memberikan tanggapan nya dan masih tetap melancarkan aksinya.(AF)
Lebih baru Lebih lama