Singingi Hilir, Kabarkuansing.com,- Disaat Melimpahnya Buah jengkol, Bisnis Kerupuk Jengkol ini memang Cukup Banyak Peminatnya, dapat dijadikan sebuah bisnis yang menguntungkan.
Cara menentukan sebuah bisnis juga dapat dilakukan dengan memandang segala aspek yang ada. 

Dengan melihat potensi serta peluang yang ada di sekitar kita, tentunya juga menjadi cara dan ide cemerlang yang dilakukan oleh pengrajin muda ini yaitu Risi Sasmita (23) di desa Koto baru kecamatan Singingi Hilir kabupaten kuantan singingi ini.

Contohnya saja saat musim Buah Jengkol Melimpah, tentu jumlahnya yang ada di daerah-daerah sangat banyak sekali, sehingga banyak buah Jengkol yang mudah terbuang atau dibiarkan membusuk dibatang. Tentu hal ini sangatlah merugikan dengan membuang buah akan percuma. Agar tidak terbuang sia-sia, pemanfaatan cara pengolahan buah Jengkol perlu dicoba untuk membuat buah Jengkol menjadi kerupuk Jengkol.

Jengkol yang bisa dibikin Kerupuk ini tentunya jengkol yang sudah tua,  caranyapun tidak begitu rumit dan hanya menggunakan alat sederhana seperti Batu penggiling Cabe untuk menokok dan mesin Ampia penggiling yang biasa untuk bikin kue.

Saat Awak Media Kabarkuansing.com ini Mencoba lansung menyaksikan pembuatannya, Risi Sasmita dengan Senang hati Memberitahu Cara pembuatannya hingga mengajari awak media ini Cara membuatnya.

" Cara Pengolahan Kerupuk Jengkol Ini Sangat Mudah kok bang, Yang Banyak Sabar aja (sambil tertawa), ucap Risi sasmita.

"Jengkol Tua ini awalnya di Rebus dulu bang Tidak sampai 1 jam lah, ya kira - kira sudah empuk lah bang, Kemudian di tokok dengan menggunakan Batu giling cabe namun sebelum di tokok diberi minyak goreng dulu agar waktu di tokok tidak hancur, kemudian setelah itu digiling dengan menggunakan mesin ampia agar bentuk nya lebih bagus, dan setelah itu baru kita jemur dibawah terik matahari, ungkap Risi menjelaskan cara pembuatannya.

Menurutnya, menekuni usaha bisnis keripuk Jengkol ini tentu akan lebih menguntungkan dengan cara mengolah bahan baku yang mudah dan banyak ditemukan disekitar atau disekeliling daerah kita.

Selain Itu, Jika dengan menjual buah segar saja tentu harga yang ditawarkan cukup murah, lalu bandingkan dengan mengolah buah  menjadi keripuk tentu satu kilogramnya saja bisa lebih tinggi, bahkan kamipun menjualnya perlembar” ujarnya.

“ disaat pesanan yang melimpah seperti saat ini tentu target nya terkadang sering tidak tercapai bang, karna kita masih manual, Ya, perkembangan zaman dan teknologi yang semakin mengalami kemajuan Tentunya pengen sekali punya mesin untuk pembuat kerupuk ini, itupun kalo ada bang, Harapnya.
Lebih baru Lebih lama