PEKANBARU, Kabarkuansing.com, -Universitas Riau, melalui Tim Jurusan Teknik Elektro lakukan promosi penggunaan lampu LED bertenaga baterai VRLA untuk pedagang kuliner bergerak di kota Pekanbaru. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengabdian masyarakat Universitas Riau, dilaksanakan pada Minggu, 13 Agustus 2023, melibatkan 1 kelompok UMKM yang terdapat di Kelurahan Sekip, Kecamatan Lima Puluh.

Pada kegiatan tersebut Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Teknik Elektro yang diketuai oleh Dosen Budhi Anto, ST, MT. telah menyerah-terimakan seperangkat instalasi lampu LED bertenaga baterai VRLA berikut unit inverter daya, kepada 4 pedagang kuliner bergerak yang berwadah dalam kelompok UMKM Serumpun yang diketuai oleh Devi Susita. Peralatan yang diserahterimakan terdiri dari baterai VRLA 12 volt 26 Ah, inverter daya 500 watt, lampu-lampu LED 15 watt, kabel-kabel penghubung, dan alat pengisi muatan baterai VRLA (battery charger).


Setelah kegiatan serah-terima, dilanjutkan dengan penyuluhan cara penggunaan peralatan dan cara mengisi muatan baterai menggunakan battery charger. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan lampu-lampu LED pada tempat usaha pedagang kuliner bergerak. Baterai VRLA beserta inverter daya digunakan untuk menyalakan lampu-lampu LED saat berjualan di malam hari, kemudian pada siang harinya baterai tersebut diisi ulang muatannya menggunakan battery charger.

"Biaya operasional peralatan ini sebulan maksimal sekitar Rp 25.000, dalam bentuk biaya tagihan listrik PLN, jauh lebih murah daripada biaya yang dikeluarkan jika menyambung ke pihak ketiga, atau menggunakan lampu petromaks," ujar Budhi Anto.

 “Penghematan biaya operasional ini dapat digunakan untuk mencicil biaya pengadaan peralatan, yang akan kembali dalam waktu 6 bulan setelah penggunaan peralatan, setelah itu para pedagang kuliner bergerak dapat menikmati kemudahan dalam mengakses tenaga listrik untuk menerangi tempat usaha mereka,” tambah Budhi Anto.

Peralatan yang dihibahkan ini sangat bermanfaat bagi pedagang kuliner bergerak. “Dengan alat ini saya tidak perlu lagi membayar iuran harian untuk penyambungan listrik ke tempat jualan saya, sebesar Rp 10.000 per malam. Saya juga bisa jualan di tempat-tempat keramaian tanpa perlu pusing memikirkan listriknya diambil dari mana”, ujar Devi Susita.

"Saya berharap peralatan yang kami hibahkan ke kelompok UMKM ini dapat menarik minat pedagang-pedagang UMKM lain, yang punya masalah dengan penyediaan tenaga listrik untuk tempat usahanya, untuk mempergunakan peralatan hasil kreatifitas Dosen Unri ini," ujar Budhi Anto menambahkan.**(Krt)
أحدث أقدم